METODOLOGI SURVEI INDONESIA ATTRACTIVENESS INDEX 2017

Penilaian Indonesia Attractiveness Index dilakukan terhadap kabupaten/ kota yang lolos nominasi. Penentuan nominasi kabupaten/ kota dilakukan dengan 3 indikator, yaitu :

  • Kontribusi PDRB terhadap PDRB Provinsi diatas 20% atau PDRB diatas rata-rata PDRB Koridor.
  • Pertumbuhan PDRB lebih besar dari rata-rata Pertumbuhan per Koridor atau PDRB Per Kapita lebih besar dari rata-rata PDRB Per Kapita Koridor.
  • Kabupaten/Kota yang tidak lolos indikator pertama dan kedua tetapi mendapatkan penghargaan IAA pada tahun 2016.

Dari ketiga kriteria tersebut, terdapat 136 kabupaten/kota yang lolos menjadi nominasi. Provinsi yang lolos nominasi ada 32 provinsi yaitu provinsi dari kabupaten/kota yang menjadi nominasi IAI level kabupaten/kota.

  • Pengukuran Indonesia Attractiveness Index 2017 ini menggunakan empat dimensi yaitu Investasi, Infrastruktur, Pariwisata dan Pelayanan Publik. Seluruh dimensi penilaian dilakukan berdasarkan data sekunder dan data primer, kecuali Pelayanan Publik yang dinilai berdasarkan data primer. Data sekunder untuk dimensi Investasi, Infrastruktur dan Pariwisata berasal dari berbagai instansi seperti BKPM, BPS, Bank Indonesia dan kementrian-kementrian. Sedangkan untuk pengumpulan data primer, dilakukan dengan cara Mystery Calling terhadap 12 institusi di masing-masing kabupaten dan kota. Selain itu juga dilakukan analisa digital dan media sosial terhadap kabupaten/ kota yang  masuk nominasi. Atribut untuk masing-masing dimensi adalah sebagai berikut :
INVESTASI INFRASTRUKTUR PARIWISATA PELAYANAN PUBLIK
  • Penanaman Modal
  • PDRB Sektoral
  • Kredit
  • UMR
  • Angkatan Kerja
  • Data Primer (Mystery Calling pada BKPMD dan Dinas Perindustrian & Perdagangan)
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Energi
  • Ekonomi
  • Telekomunikasi
  • PDAM
  • Rasio Panjang Jalan & Luas Wilayah
  • Data Primer (Mystery Calling pada PDAM & PLN)
  • spek Lingkungan
  • Kebijakan pemerintah terhadap industri Travel & Tourism beserta kondisi-kondisi lain yang mendukung
  • Aspek Infrastruktur
  • Aspek Kebudayaan dan Sumber Daya Alam
  • Data Primer (Mystery Calling pada Dinas Pariwisata)
  • Data Primer (Mystery Calling pada Kelurahan, Kecamatan, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Rumah Sakit, dan Puskesmas)
  • Analisa digital dan media sosial.
  • Ada dua macam indeks IAI, pertama indeks IAI terbaik yang diperoleh dari nilai absolut masing-masing atribut untuk data tahun terakhir. Kedua, indeks IAI potensial yang diperoleh dari nilai pertumbuhan masing-masing atribut selama 3 sampai 5 tahun terakhir.
  • Nominasi penghargaan untuk Indonesia Attractiveness Award (IAA) adalah sebagai berikut :
    • Kabupaten/Kota Terbaik, yaitu Kabupaten/Kota dengan indeks ≥ Rata-Rata.
    • Kabupaten/Kota Potensial, yaitu Kabupaten/Kota dengan indeks Potensial ≥ Rata-Rata.
    • Top 3 Kabupaten/Kota Terbaik untuk kategori Investasi, Infrastruktur, Pariwisata, dan Pelayanan Publik.
    • Top 3 Kabupaten/Kota Potensial untuk kategori Investasi, Infrastruktur, dan Pariwisata.
    • Top Kabupaten/Kota di setiap Region.
    • Provinsi terbaik, yaitu provinsi dengan indeks total ≥ 65
  • Latar Belakang

    Pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia tentunya sangat ditentukan oleh kemajuan dan daya saing masing-masing daerah. Daerah yang menarik sebagai tujuan investasi akan memberikan kesempatan yang besar untuk semakin bertumbuh.

    anyaknya investor yang menanamkan investasinya ke berbagai sektor di suatu daerah, berimplikasi pada terciptanya lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan daerah
    Selengkapnya...

  • Metodologi

    Penilaian Indonesia Attractiveness Index dilakukan terhadap kabupaten/ kota yang lolos nominasi. Penentuan nominasi kabupaten/ kota dilakukan dengan 3 indikator, yaitu :

    • Kontribusi PDRB terhadap PDRB Provinsi diatas 20% atau PDRB diatas rata-rata PDRB Koridor MP3EI.
    • Pertumbuhan PDRB lebih besar dari rata-rata Pertumbuhan Koridor MP3EI atau PDRB Per Kapita lebih besar dari rata-rata PDRB Per Kapita Koridor MP3EI.
    Selengkapnya...